Bocah Koreksi NASA

Kira-kira apa yang kita bayangkan, saat kita berumur 13 tahun ? Paling tidak jauh dari itu, ya masalah dunia main-main. Tapi beda dengan apa yang dilakukan oleh Nico Marquardt, seorang bocah asal Jerman, yang telah melakukan koreksi terhadap perhitungan yang dilakukan riset Badan Antariksa USA, NASA.
Si bocah Nico mengungkapkan bahwa ada kesalahan perhitungan ilmiah yang telah dilakukan oleh NASA bahkan ia melakukan koreksi terhadap estimasi peluang terjadinya tabrakan asteroid dengan bumi yang mengakibatkan resiko sangat besar.
Nico menggunakan hasil rekaman teleskop di Institut Astrofisika di Postdam (AIP), Jerman untuk memperkirakan tabrakan asteroid Apophis ke Bumi. Hasil perhitungannya menunjukkan bahwa peluangnya menabrak Bumi satu berbanding 450.
NASA sebelumnya memperkirakan peluangnya hanya satu berbanding 45.000. Namun, lembaga tersebut membenarkan bahwa hitungan anak tersebut yang lebih tepat. Hal tersebut telah disampaikan kepada lembaga mitranya di Eropa, ESA (European Space Agency).
Apophis diperkirakan akan mendekati Bumi hingga jarak 32.500 kilometer pada 13 April 2008. Jalur orbitnya ada kemungkinan berubah jika asteroid tersebut menabrakkan salah satu dari 40-000-an satelit yang saat ini mengorbit Bumi.
Marquardt menemukan, risiko asteroid menabrak Bumi lebih tinggi karena ada kemungkinan menabrak salah satu satelit. Satelit yang mengorbit pada ketinggian 35.880 kilometer bergerak di orbitnya dengan kecepatan 3,07 kilometer perdetik. Jika Apophis menabrak satelit tersebut pada 2029, jalur orbitnya berubah dan berisiko lebih besar menabrak Bumi pada jalur orbit berikutnya tahun 2036.
Baik para peneliti NASA maupun Marquardt sependapat bahwa tabrakan asteroid ke permukaan Bumi akan menghasilkan bola iridium dan besi raksasa berdiameter 320 meter dan berat 200 juta ton. Bola logam tersebut akan jatuh ke Samudera Atlantik dan menghasilkan tsunami raksasa. Selain gelombang laut yang akan meghancurkan wilayah pinggiran pantai, peristiwa tersebut juga menghasilkan gumpalan debu yang bisa menyebabkan kegelapan di seluruh dunia.
Temuan Marquardt termuat dalam laporan proyek penelitiannya yang diberi judul “Apophis-Asteroid Pembunuh.” laporan tersebut merupakan bagian dari keikutsertaannya dalam kompetisi sains tingkat regional.
@W

Tinggalkan Balasan